logo

BI Dapat Jatah Dewan Komisioner OJK

JAKARTA - Dalam draf Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) mendapat jatah sebagai salah satu dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Ahmad Fuad Rahmany mengungkapkan, salah satu dewan komisioner OJK dalam draf RUU OJK merupakan ex officio dari Bank Indonesia (BI).

“Kalau di draf kita, kalau ada dewan komisioner, salah satu dewan komisioner itu ex officio dari BI. Tapi BI sebagai otoritas moneter,” kata dia di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, BI pernah mengajukan diri untuk tetap menjadi anggota dewan komisioner OJK. Selain itu, bank sentral itu juga meminta untuk tetap menjadi pengawas bank-bank besar. Terkait hal itu, Fuad menyerahkan, hal itu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Itu nanti dibahas di DPR. Siapa yang mengawasi bank besar, ada kesepakatan nasional nantinya. Itu nanti, dibicarakan dengan Menkeu, Gubernur BI dan DPRl,” tukasnya.

Draf RUU OJK tersebut saat ini sudah hampir selesai dibahas antarkementerian. Menurut dia, kemungkinan diperlukan rapat sekali lagi untuk mematangkan draf tersebut. “Semuanya hampir selesai. Saya sudah ketemu Darmin , Dewan Gubernur BI dan jajarannya sedang kita bahas, sejauh ini sudah oke,” ujar dia.

Selanjutnya, draf RUU OJK tersebut akan diajukan ke Departemen Hukum dan HAM pada akhir Maret ini. Sementara, pemerintah menargetkan UU OJK terbit pada akahir tahun ini.

okezone.com

top   to bottom


share share | kirim | cetak | pdf pdf

Delicious   Digg Reddit Stumble   Yahoo Technorati

Post Kategori "Artikel Ekonomi" Lainnya