logo

Turut berduka cita atas bencana gempa bumi yang terjadi di Padang dan sekitarnya.

Kami segenap pengurus HIMATANSI Turut berduka cita atas bencana gempa bumi yang terjadi di Padang dan 
sekitarnya. Semoga seluruh korban tabah menghadapi bencana ini.

Gempa bumi berskala 7,6 skala Richter yang mengguncang
beberapa wilayah Sumatera Barat, Rabu (30/9) pukul 17.16, mengakibatkan Kota
Padang porak poranda, diikuti sejumlah kebakaran. Rabu malam, hujan lebat
mengguyur Kota Padang yang berada dalam kondisi gelap gulita tanpa aliran
listrik.
Ratusan bangunan runtuh, belasan gedung bertingkat hancur, dan sebagian rumah
yang runtuh diikuti kebakaran akibat guncangan gempa. Hingga pukul 00..00
tercatat sedikitnya 75 orang tewas dan puluhan orang luka berat. Kepanikan
terjadi di mana-mana.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi
berpusat di 0,84 Lintang Selatan, 99,65 Bujur Timur, dan berada di kedalaman 71
kilometer dari permukaan laut. Pusat gempa berada lebih kurang 57 kilometer
barat daya Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Semalam, situasi sebagian besar Kota Padang dalam keadaan gelap gulita karena
empat gardu induk padam. Petugas tampak melakukan proses pemulihan dengan
memanfaatkan gardu induk yang tidak padam.
Direktur Operasi PT PLN (Persero) Murtaqi Syamsuddin di Jakarta
menginformasikan, PLTU Ombilin beroperasi normal. Sementara PLTA Maninjau dan
PLTA Singkarak lepas dari sistem sehingga tidak mampu menyalurkan daya listrik
ke pelanggan.
”Gedung pembangkit dari PLTA Maninjau dan Singkarak kondisinya aman. Kami
melakukan pemeriksaan generator terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam
sistem,” ujar Murtaqi. Jaringan distribusi tegangan 20 kilovolt (kV) juga
banyak yang roboh.
Menurut pemantauan wartawan Tribun Pekanbaru, situasi Kota Padang sangat
mencekam sesaat setelah gempa. Ratusan rumah dan bangunan bertingkat di Kota
Padang runtuh. Listrik yang padam justru digantikan nyala api kebakaran rumah
dan bangunan di mana-mana. Jaringan internet ngadat dan jalur komunikasi via
seluler sebagian tak bisa digunakan.
Beberapa gedung yang runtuh adalah Gedung BII di Jalan Sudirman, Suzuki Ujung
Jalan Ujung Gurun, Capella, Sentral Pasaraya Padang, Ramayana di Jalan Pemuda,
Anugerah Furniture, serta bangunan Fakultas Teknik Unand di Limau Manis. Gedung
Rektorat IAIN Imam Bonjol, Padang, yang terletak di Lubuk Lintah, Kecamatan
Kuranji, runtuh dan bangunan masjid yang ada di sana sebagian dindingnya runtuh.


Penjelasan BMKG
Kepala Subbidang Peringatan Dini BMKG Rahmat Triyono mengatakan, intensitas
gempa di Kota Padang mencapai VI-VII modified mercalli intensity (MMI).
Sedangkan intensitas III��"IV MMI terasakan di Bukit Tinggi, Bengkulu, Tapanuli
Selatan, Sibolga, dan Gunung Sitoli. Di Jakarta dan Pekan Baru, rambatan gempa
yang terasakan intensitasnya II MMI.
Intensitas VI-VII MMI artinya berdampak tembok roboh, struktur bangunan yang
biasa saja bisa rusak, dirasakan oleh semua orang, mebel-mebel bergerak, dan
bangunan dengan struktur buruk akan roboh.
Sedangkan intensitas III��"IV MMI dirasakan oleh orang yang ada di lantai atas,
tetapi tidak langsung dipahami sebagai gempa. Intensitas II MMI berarti terasa
oleh sedikit orang, terutama yang berada di lantai atas.
”Tidak ada hubungan antara gempa di Padang dan di Samoa. Gempa di Padang itu
akibat tumbukan antara lempeng Eurasia dan Indoaustralia, sedangkan di Samoa
berada di tengah lempeng Pasifik,” kata Rahmat.
Kepala Bidang Gaya Berat dan Pasang Surut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan
Nasional Parluhutan Manurung menambahkan, stasiun pemantau pasang surut di
pesisir Kota Padang merekam ketinggian gelombang tsunami sekitar 20 cm.
Sedangkan stasiun pasut di Telo Nias Selatan dan Tua Pejat di Mentawai
masing-masing mencatat ketinggian 10 cm.

top   to bottom


share share | kirim | cetak | pdf pdf

Delicious   Digg Reddit Stumble   Yahoo Technorati

Post Kategori "Artikel Ekonomi-Akuntansi" Lainnya