Budaya Menghormati Wanita
Jum`at, 1 Mei 2009 09:58:27 Oleh : media_informasi
Sesungguhnya kehormatan seseorang ada pada sikap hormatnya pada wanita. Karena sangat tidak munkin bagi kita yang lahir dari rahim wanita, didampingi oleh wanita, jika tidak melakukan yang terbaik bagi wanita.
Wanita mendapat prioritas utama di mata Rasulullah SAW. Seperti yang diriwayatkan Bukhari, ketika ada seseorang yang bertanya perihal orang yang harus dihormati pertama, Rasul menjawab wanita (peran Ibu) sampai tiga kali kemudian Bapak. Bila kita selisik, wajar saja jika manita mendapat tempat utama, seiring dengan pengaruhnya juga yang begitu istimewa.
Kita pernah mendengar dibelakang pemimpin yang sukses pasti ada seorang wanita yang hebat, dibelakang seorang anak yang sukses pasti ada seorang Ibu yang telaten. Dapat dibayangkan jika wanita shalehah ada dibelakang para laki-laki di dunia ini. Berapa banyak kesuksesan yang akan diraih.
Namun, kini tak sedikit wanita yang disalahkan. Keberadaannya dianggap membawa petaka. Anak-anak, suami tak terurus, bahkan rumah tangga kandas yang disalahkan wanita. Itu dilemparkan atas asumsi yang menganggap wanita bertanggung jawab sepenuhnya atas perawatan keluarga. Namun tetap saja itu tidak wajar jika imbalannya disalahkan atau dilecehkan karena sedikit apapun perannya dan sebesar apapun kesalahannya, sumbangan nyawa telah menjadi taruhannya. Wanita tetap harus dihormati. (Aa Gym/DT)
Wanita mendapat prioritas utama di mata Rasulullah SAW. Seperti yang diriwayatkan Bukhari, ketika ada seseorang yang bertanya perihal orang yang harus dihormati pertama, Rasul menjawab wanita (peran Ibu) sampai tiga kali kemudian Bapak. Bila kita selisik, wajar saja jika manita mendapat tempat utama, seiring dengan pengaruhnya juga yang begitu istimewa.
Kita pernah mendengar dibelakang pemimpin yang sukses pasti ada seorang wanita yang hebat, dibelakang seorang anak yang sukses pasti ada seorang Ibu yang telaten. Dapat dibayangkan jika wanita shalehah ada dibelakang para laki-laki di dunia ini. Berapa banyak kesuksesan yang akan diraih.
Namun, kini tak sedikit wanita yang disalahkan. Keberadaannya dianggap membawa petaka. Anak-anak, suami tak terurus, bahkan rumah tangga kandas yang disalahkan wanita. Itu dilemparkan atas asumsi yang menganggap wanita bertanggung jawab sepenuhnya atas perawatan keluarga. Namun tetap saja itu tidak wajar jika imbalannya disalahkan atau dilecehkan karena sedikit apapun perannya dan sebesar apapun kesalahannya, sumbangan nyawa telah menjadi taruhannya. Wanita tetap harus dihormati. (Aa Gym/DT)



Visitors :191984 Org
Hits : 967540 hits
Month : 6414 Users
Today : 404 Users
Online : 11 Users





kirim ke teman
versi cetak
versi pdf





kembali ke atas